Tuesday, May 31, 2011

Return

Hai, lihat aku kembali kesini. Begitu selalu setiap kali kurasa hatiku sarat beban tak tertanggungkan. Disana, di tempat itu, di facebook, hehe, terlalu ramai orang seliweran, dan meski disana aku juga menumpahkan perasaan (yang tetap tak terbaca dengan gamblang oleh kawan-kawanku), rasanya berbeda dengan disini. Lebih hening, lebih lepas, lebih leluasa. Disini aku menjadi diriku sendiri.

Sebenarnya itu yang sedemikian kuinginkan, duduk menyendiri, kembali menjadi diriku sendiri, lengkap dengan seluruh kelemahan dan kekuranganku. Kembali kepada sikapku yang kekanakan, dan kuterima diriku seutuhnya.

Aku manusia biasa, memang. Oh, jangan menatapku sedemikian rupa, jangan karena aku punya kekurangan, aku lantas dilemparkan ke jurang dalam. Siapa yang membangun gambaran diriku di benakmu sebagai manusia sempurna, siapa? Bukankah gambaran itu kau bangun sendiri lewat bayang-bayang yang menemanimu dari waktu ke waktu? Bukankah itu justru yang seringkali membuatmu kecewa, karena ternyata aku tidak sesempurna yang terpatri dalam benakmu? Bukankah kamu yang menempatkanku di puncak menara Eiffel sehingga aku menjadi gamang dan ketakutan melihat kebawah?

Kenapa kamu harus mendongak menatapku? Kenapa tidak kamu jemput aku ke puncak Eiffel dan menggenggam tanganku menuruni tangga, mengajakku duduk berdampingan? Setara, karena aku memang tak lebih hebat darimu, karena kau memang tak lebih rendah dariku.

Aku bosan jadi gemintang, glowing star dengan warna fluorescent yang kamu lekatkan di langit-langit kamarmu, hanya ditatap, hanya dikagumi, dicintai dan dianggap sempurna, diperlakukan bagai si perfect sehingga aku jadi gamang karena takut berbuat salah. Aku tak boleh punya perasaan yang manusiawi, yang sedikit norak dan kampungan seperti di sinetron.

Aku rindu menjadi diriku sendiri, yang diterima seutuhnya, yang boleh menangis cuma gara-gara kangen, yang boleh mengeluh cuma karena ingin duduk diam-diam di dekatmu, tanpa kata, tanpa suara. Aku ingin kembali menjadi kanak-kanak, menjadi si kecil, si kesayangan, yang tak ingin apapun juga kecuali didekap erat dan dipahami seperti saat terakhir aku jumpa kamu.

Aku kembali kesini, karena aku ingin kembali menjadi manusia biasa....


16 Sept 2009

No comments:

Post a Comment