Showing posts with label Rumah Selaras. Show all posts
Showing posts with label Rumah Selaras. Show all posts
Monday, June 13, 2016
Pengumuman Giveaway Home Sweet Home
Selamat hari senin yang berbahagia,
Akhir minggu kemarin adalah hari-hari sibuk. Yeay, ketika orang lain istirah untuk melewatkan akhir pekan, saya harus bekerja, mengumpulkan sejumlah postingan blog teman-teman blogger yang sudah berbaik hati ikut berpartisipasi dalam Giveaway sederhana yang saya adakan dalam jangka waktu hampir dua minggu.
Ah, 'kan para peserta hanya mengirimkan link postingan saja, tinggal pilih, beres.
Nah itu, yang bilang: "Tinggal pilih, beres." menurut saya seorang sakti mandraguna. Untuk saya, memilih itu bukan pekerjaan mudah, karena dalam memilih ada tugas memilah, mengklasifikasi, mengkotakkan sesuai jenisnya, melihat sisi unik dan cerdik dari setiap tulisan yang dikirimkan, memperhatikan diksi, gaya bahasa yang mengalir sehingga nyaman membacanya. Dan setelah semua itu, diulang lagi, karena harus dilihat fotonya, apakah sesuai dengan tulisan, dan sebagainya dan sebagainya.
Wogh, timbang Giveaway aja kok mbak, ribet amat itu milihnya?
Eh, Giveaway itu memang sederhana, tapi saya tidak bisa menyepelekan, harus bersikap adil, tidak seenaknya memilih yang terbaik. Sesedikit apa pun yang nanti melihat dan memperhatikan hasilnya, tetap saja ada penilaian orang lain atas keputusan saya. Lagi pula, bukannya bersikap profesional itu harus dimulai dari hal-hal yang sederhana?
Satu hal yang penting, kalau saya harus memilih pemenang di antara yang biasa-biasa saja, rasanya mudah dan tak ada masalah. Lha ini, semuanya berkualitas baik. Saya tahu, postingan-postingan yang dikirimkan kepada saya itu ditulis dengan usaha maksimal. Menurut saya, menulis postingan blog yang natural dan orisinal itu perlu waktu dan butuh pemikiran. Harus menulis, harus memotret, harus mengunggah.pula, dengan sedikit menata. Maka dengan kerendahan hati, saya ucapkan terima kasih kepada para peserta atas waktu yang diluangkan untuk berpartisipasi dalam Giveaway Home Sweet Home.
Maka inilah hasil membaca dan membaca ulang tulisan teman-teman peserta. Selamat menikmati kesederhanaan hadiahnya ya, untuk digunakan bersenang-senang memotret makanan di rumah cinta masing-masing pemenang. Selamat menikmati dunia cantik Food Photography. Cantik, tidak berarti harus dengan photo props yang mahal :)
1. http://www.dianonasis.com/2016/06/pojok-rumah-yang-menyembuhkan-jiwa.html
2.http://www.ruangbacadantulis.com/2016/06/bahagia-itu-sederhana-berawal-dari-rumah.html#more
3. http://yasinyasintha.com/rumah-muara-semua-rasa/
4. http://mondasiregar.com/sudut-santai/
5. http://www.catatanmel.com/2016/06/hulu-dari-setiap-perjalanan-itu-adalah.html
Catatan khusus: Hadiah buku resep klasik untuk http://www.dyahprameswarie.com/ karena sudah berbaik hati meluangkan waktunya yang berharga untuk ikut menyiarkan Giveaway ini.di berbagai akun media sosial miliknya.
Friday, January 9, 2015
Pempek Selaras

Pempek. Ini produk perdana Rumah Selaras. Sengaja diberi nama "Rumah Selaras', karena isinya akan beragam, seperti toko kelontong. Nantinya sudah terbayang akan ada beberapa produk menyusul pempek ini.
Kenapa yang pertama adalah pempek? Karena itu yang saya bisa buat dengan tangan saya. Saya hanya mau menjual sesuatu yang saya tahu betul, yang saya pahami pembuatannya. Setidaknya kalau orang bertanya, saya bisa menjelaskan, dan bukan menggelengkan kepala tanda tak paham.
Selain karena saya bisa membuatnya, saya menjual pempek karena ini makanan khas satu daerah di Indonesia, makanan yang Indonesia banget, sumatra banget.
Alasan lainnya,.karena penganan ini terbuat dari ikan, dan ikan itu makanan sehat. Saya tidak bisa berbuat banyak untuk orang lain, tapi setidaknya saya tidak mau menjual makanan yang membuat orang jadi sakit karena kandungannya banyak lemak atau banyak gula dan sebagainya. Sudah diniatkan, kalau saya jualan, jangan sampai bikin orang sakit, dan setidaknya mengusung kecintaan saya pada budaya, pada negeri ini.
Maka jadilah saya berjualan pempek sejak 7 bulan lalu. Santai saja dijalani, sambil jalan-jalan keliling kota mengantarkan pesanan pempek, sambil mengajar anak bule berbahasa Indonesia seminggu dua kali, sambil mengajar seorang ibu berbahasa Prancis. Pokoknya ini jualan yang tidak ngoyo, tidak rusuh, berdasarkan pesanan dan bikin happy. Semoga terus berlanjut. Yang tersulit dari berjualan adalah disiplin dan ketekunan, keberlanjutan. Itu yang berat.
Berjualan ini juga melatih saya. Belajar menghargai uang. Belajar disiplin dengan waktu, mengatur waktu kirim dan waktu pembuatan agar saya tidak kecapean.
Dan yang terpenting, berjualan itu menambah kepercayaan diri saya. Sebab sedari dulu saya selalu mencap diri saya tak mampu dan tak punya ilmu berdagang, sulit mencari customers, tak pandai menawarkan barang.
Maka selama 7 bulan ini saya mengubah diri, setengah mengubah kepribadian menjadi seorang pedagang (selama ini saya menganggap diri saya seniman, ckckck).
Demikianlah. Rumah Selaras sudah mulai berproduksi. Semoga semakin berkembang di masa depan. Aamiin.
Kenapa yang pertama adalah pempek? Karena itu yang saya bisa buat dengan tangan saya. Saya hanya mau menjual sesuatu yang saya tahu betul, yang saya pahami pembuatannya. Setidaknya kalau orang bertanya, saya bisa menjelaskan, dan bukan menggelengkan kepala tanda tak paham.
Selain karena saya bisa membuatnya, saya menjual pempek karena ini makanan khas satu daerah di Indonesia, makanan yang Indonesia banget, sumatra banget.
Alasan lainnya,.karena penganan ini terbuat dari ikan, dan ikan itu makanan sehat. Saya tidak bisa berbuat banyak untuk orang lain, tapi setidaknya saya tidak mau menjual makanan yang membuat orang jadi sakit karena kandungannya banyak lemak atau banyak gula dan sebagainya. Sudah diniatkan, kalau saya jualan, jangan sampai bikin orang sakit, dan setidaknya mengusung kecintaan saya pada budaya, pada negeri ini.
Maka jadilah saya berjualan pempek sejak 7 bulan lalu. Santai saja dijalani, sambil jalan-jalan keliling kota mengantarkan pesanan pempek, sambil mengajar anak bule berbahasa Indonesia seminggu dua kali, sambil mengajar seorang ibu berbahasa Prancis. Pokoknya ini jualan yang tidak ngoyo, tidak rusuh, berdasarkan pesanan dan bikin happy. Semoga terus berlanjut. Yang tersulit dari berjualan adalah disiplin dan ketekunan, keberlanjutan. Itu yang berat.
Berjualan ini juga melatih saya. Belajar menghargai uang. Belajar disiplin dengan waktu, mengatur waktu kirim dan waktu pembuatan agar saya tidak kecapean.
Dan yang terpenting, berjualan itu menambah kepercayaan diri saya. Sebab sedari dulu saya selalu mencap diri saya tak mampu dan tak punya ilmu berdagang, sulit mencari customers, tak pandai menawarkan barang.
Maka selama 7 bulan ini saya mengubah diri, setengah mengubah kepribadian menjadi seorang pedagang (selama ini saya menganggap diri saya seniman, ckckck).
Demikianlah. Rumah Selaras sudah mulai berproduksi. Semoga semakin berkembang di masa depan. Aamiin.
Sunday, November 9, 2014
Rumah Selaras
Ini page saya yang baru di jejaring sosial Facebook. Begitu saja tercipta tanpa rencana. Pada awalnya hanya karena saya perlu tempat untuk mengumpulkan berbagai bacaan kegemaran saya, tentang interior rumah, tentang segala hal terkait storage, atau mungkin resep-resep mudah yang selalu berceceran di mana-mana dan harus dicari lagi kalau diperlukan. Atau juga mengenai hobi menjahit, membatik, membuat rangkaian aksesoris dari bebatuan dan manik-manik, koleksi kain tradisional yang saya sukai. Pokoknya semua yang berurusan dengan kehidupan dan aktifitas seorang ibu rumah tangga, di tempat kediamannya.Seperti biasa, akun apa pun di dunia maya selalu menjadi rumah baru yang ingin saya tata sesuai selera saya. Ya seperti rumah, harus membuat saya nyaman di dalamnya.
Dan seorang sahabat saya menolong saya membuatkan logo Rumah Selaras, persis diterjemahkan sesuai dengan keinginan hati saya. Warnanya yang tidak pekat, agak pudar dan sedikit pastel itu pas sekali mewakili sebuah rumah yang menyenangkan buat saya huni.
Et voila, maka terciptalah page Rumah Selaras, di Facebook, @rumahselaras di Instagram dan @rumah_selaras di Twitter. Disitu juga akan dijual benda dan barang-barang yang berhubungan dengan budaya Indonesia seperti batik dan postcard dengan foto-foto jepretan saya sendiri. Saya yakin akan betah di "rumah baru" saya, yang juga akan menjadi kategori di blog ini.
Selamat datang di Rumah Selaras....
Subscribe to:
Posts (Atom)
